Article 2: Pengoptimalisasian Penerapan Teknologi Mutasi Radiasi Nuklir Di Daerah-Daerah Sebagai Strategi Ketahanan Pangan Nasional Pada Era Pandemi Covid-19
Latar Belakang
Pangan merupakan salah satu dari ketiga kebutuhan primer manusia. Dua kebutuhan primer lainnya adalah sandang dan papan. Dari asupan pangan itulah milyaran penduduk bumi mampu menjalani kehidupannya. Begitu penting peran pangan dalam kehidupan, Tidak mengherankan ancaman terhadap ketahanan pangan muncul menjadi isu global yang terus diupayakan solusinya. Pangan adalah permasalahan semua negara yang mendesak untuk ditindaklanjuti dan memerlukan langkah-langkah penanganan dengan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh (Akhadi, 2019). Salah satu faktor yang mengancam ketahanan pangan dunia termasuk Indonesia adalah pertumbuhan jumlah penduduk dunia yang berlangsung secara cepat. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang masif dan pastinya kebutuhan akan pangan sangat besar. Apalagi saat ini pandemi Covid 19, masalah ketahanan pangan semakin memperburuk situasi itu sendiri. Demi menyelamatkan seluruh penduduk Indonesia dari krisis kelaparan, produksi pangan harus ditingkatkan sehingga mencapai dua kali lipat dibandingkan produksi pada tahuan 2000-an (Basundoro, 2020).
Inti Gagasan
Salah satu langkah yang bisa kita lakukan saat ini adalah
menerapkan teknologi mutasi nuklir pada bidang pangan di daerah-daerah pertanian dalam hal
meningkatkan produksi pangan menggunakan pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi
radiasi. Secara ringkas prosesnya adalah benih induk disinari dengan radiasi
gamma Cobalt-60 dengan dosis 0,20 kilogray (satuan radiasi yang aman untuk
bahan makanan). Radiasi mampu menembus biji tanaman sampai ke dalam lapisan
kromoson. Struktur kromosom pada biji tanaman dapat dipengaruhi oleh sinar
radiasi ini. Perubahan struktur karena radiasi dapat mengakibatkan pada
perubahan sifat tanaman dan keturunannya. Fenomena ini mampu untuk memperbaiki
sifat tanaman supaya mendapatkan biji tanaman dengan keunggulan tertentu,
misalnya tahan hama, tahan kekeringan, dan cepat panen. Tidak ada unsur bahan radioaktif
yang tertinggal, padi yang diradiasi bersifat sepenuhnya aman (BATAN, 2017).
Dalam skala
nasional penggunaan teknik mutasi radiasi untuk pemuliaan tanaman pangan telah
berkontribusi nyata menghasilkan varietas padi dan kedelai dengan kualitas
unggul. Sebanyak 22 varietas padi dan 10 varietas kedelai dengan produktivitas
kualitas tinggi, masa tanam yang singkat, tahan terhadap hama dan penyakit
menjadi modal potensial bagi para petani Indonesia dalam meningkatkan
produktivitas pertanian nasional. Pemerintah Indonesia melalui BATAN secara
terus menerus melakukan upaya produksi berbagai produk varietas unggul ini ke
seluruh provinsi di Indonesia. Data statistik menunjukkan selama periode
2015-2016 varietas unggul padi BATAN telah ditanam di lebih dari 92 ribu
hektar lahan sawah dan mampu berkontribusi meningkatkan penghasilan petani hingga
30%, hal ini bukti bahwa inovasi teknologi nuklir mampu memberikan kontribusi
nyata bagi peningkatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional (BATAN, 2017).
Kesimpulan
Teknologi mutasi radiasi nuklir dapat
dijadikan sebagai solusi dalam menghadapi kondisi ketahanan nasional pangan
pada era pandemi Covid-19 dengan penerapan di daerah-daerah pertanian. Tidak
hanya meningkatkan potensi pangan utama, seperti beras dan kedelai tetapi juga
mampu menggali potensi sumber-sumber pangan baru yang selama ini terabaikan,
Tetapi juga mampu meningkatkan pangan dari sumber lain. Dan yang pastinya
masyarakat tidak perlu khawatir apalagi takut. Teknik mutasi nuklir yang di
terapkan terhadap genetik tanaman tidak mengakibatkan tanaman atau hasil produk
tanaman menjadi radioaktif. Seluruh hasil pemuliaan tanaman dengan teknik
radiasi dijamin aman dikonsumsi oleh manusia.
Daftar
Pustaka
Akhadi, M. (2019). Sentuhan Teknologi dalam
Aktivitas Industri. Sleman, Yogyakarta: CV Budi Utama.
Basundoro, A. F. (2020). Jurnal Kajian Lemhanas RI. 28-42.
BATAN. (2017). BATAN Lakukan Riset Benih Unggul Tanaman
Pangan. Yogyakarta: Badan Tenaga Nuklir Nasional.
Comments
Post a Comment