Islamic Prays
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ
أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhaanakallaahumma
wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
Maha Suci Engkau ya
Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak
disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu. (HR.
Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153.)
اَللّهُمَّ
اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ
فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ
مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ
مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ
الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ
عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ
“Allahummah dini fi man
hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi
ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa
innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa
ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, astagfiruka wa atubu ilaik, wa
shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa
shahbihi wa sallam”
Artinya:
“Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah
kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan.
Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah
keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari
bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan
dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang
Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu
segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan
bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan
kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”
Dari Amirul
Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu
‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّمَا
الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ
هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ
كَانَتْهِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما
هَاجَرَ إليه
“Innamal a’malu binniyyat, wainnamaa
likullimri yinmaanawa, waman kanat hijrotuhu illaahi wa rasululihi wa hijrotuhu
illalai warusulluhu, waman kanat hijrotuhu illa dunyaa yushiibuhaa iw imro ati
yatazawwajuhaa, wahijrotuhu illa maa haajaro ilayhi”
“Sesungguhnya
setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang
ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya
untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau
karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR.
Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا
وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً
"Allahumma innii
as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa."
“Ya
Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan
orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan
mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305,
322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى
وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ .
اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Allaahumma baa’id bainii wa baina
khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii
minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. allaahummaghsil
khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad”
“Ya Allah,
jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara
timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku
sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah
(bersihkanlah) aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”
وَاسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan
sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyuk." (QS Al-Baqarah 2: 45)
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan
kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah
kami dari siksa neraka". (QS Al-Baqarah 2: 201)
وَ
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۙ قُلْ هُوَ اَذًى فَا عْتَزِلُوْا النِّسَآءَ
فِى الْمَحِيْضِ ۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِ ذَا
تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ
يُحِبُّ التَّوَّا بِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang
haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor." Karena itu
jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka
suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan)
yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan
menyukai orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا
إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا
لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ
عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا
وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا
وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya
dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat
sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong
kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al-Baqarah 2:
286)
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ
لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
"(Mereka
berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada
kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada
kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (QS. Ali
'Imran 3: Ayat 8)
قُلْ اِنْ
كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَا تَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ
لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai
Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni
dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran
3: Ayat 31)
اِنَّ فِيْ
خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ
يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang
yang berakal," (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 190)
اَلَّذِيْنَ قَا لَ لَهُمُ النَّا سُ اِنَّ النَّا سَ
قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَا خْشَوْهُمْ فَزَا دَهُمْ اِيْمَا نًا ۖ وَّقَا لُوْا
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
"(Yaitu)
orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang
mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan
untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata
(ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah
Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung." (QS.
Ali 'Imran 3: Ayat 173)
وَمَنْ يُّهَا
جِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَ رْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا
وَّسَعَةً ۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَا جِرًا اِلَى اللّٰهِ
وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى
اللّٰهِ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya
mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang
banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah
dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang
dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha
Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 100)
مِنْ اَجْلِ
ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا
بِۢغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَا دٍ فِى الْاَ رْضِ فَكَاَ نَّمَا قَتَلَ النَّا سَ
جَمِيْعًا ۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَ نَّمَاۤ اَحْيَا النَّا سَ
جَمِيْعًا ۗ وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِا لْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ
كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَ رْضِ لَمُسْرِفُوْنَ
"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi
Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu
membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.
Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa)
keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka
setelah itu melampaui batas di bumi." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32)
قَا لَا
رَبَّنَا ظَلَمْنَاۤ اَنْفُسَنَا وَاِ نْ لَّمْ تَغْفِرْ لَـنَا وَتَرْحَمْنَا
لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
"Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah
menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi
rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."(QS.
Al-A'raf 7: Ayat 23)
اِنْ
اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَاِ نْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ فَاِ
ذَا جَآءَ وَعْدُ الْاٰ خِرَةِ لِيَسٗٓئُوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا
الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا
تَتْبِيْرًا
"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik
untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan)
itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua,
(Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam
masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan
mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai." (QS. Al-Isra' 17: Ayat
7)
وَنُنَزِّلُ
مِنَ الْـقُرْاٰ نِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ ۙ وَلَا
يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَا رًا
"Dan Kami
turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang
yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan
menambah kerugian." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 82)
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْـكَهْفِ فَقَا لُوْا رَبَّنَاۤ اٰتِنَا
مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
"(Ingatlah)
ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya
Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah
petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 10)
وَلَوْلَاۤ اِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ اللّٰهُ ۙ لَا
قُوَّةَ اِلَّا بِا للّٰهِ ۚ اِنْ تَرَنِ اَنَاۡ اَقَلَّ مِنْكَ مَا لًا
وَّوَلَدًا
"Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak
mengucapkan "Masya Allah, la quwwata illa billah" (Sungguh, atas
kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan
(pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih
sedikit daripadamu." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 39)
قَا لَ رَبِّ
اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَا شْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْ
بِۢدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا
"Dia (Zakaria) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh
tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah
kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku." (QS. Maryam 19: Ayat 4)
وَاَ يُّوْبَ
اِذْ نَا دٰى رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَ نْتَ اَرْحَمُ
الرّٰحِمِيْنَ
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada
Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal
Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."" (QS.
Al-Anbiya 21: Ayat 83)
فَا سْتَجَبْنَا
لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ
مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan
penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami
lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi
peringatan bagi semua yang menyembah Kami." (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)
قُلْ يٰعِبَا
دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ
اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
"Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui
batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang
Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)
فَاِ ذَا فَرَغْتَ فَا نْصَبْ
"Maka
apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras
(untuk urusan yang lain)," (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 7)
وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ
الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ
دِيْنُ الْقَيِّمَةِ
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah,
dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar
melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang
lurus (benar)." (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)
science is not assessment but morals is
the real assessment
Sebaik-baiknya “love yourself” adalah menjaga
diri dari api neraka. Dan sebaik-baiknya “insecure” adalah merasa bodoh dalam
urusan agama.
"Keberhasilan
bukanlah milik orang yang pintar, tapi milik mereka yang senantiasa
berusaha." (B. J. Habibie)
Keep doing the the great things no matter what, because you are living in this world as a blessing! ⭐
Comments
Post a Comment