My Life, My Lesson 8: Dampak Teknologi Terhadap Karakter pada Era Digital
Dampak Teknologi Terhadap Karakter Pada Era Digital
Oleh Muh. Suhalmin Sriwa
Saat ini memasuki era teknologi 5.0, dimana perkembangan
teknologi yang terjadi sangat cepat. Dibandingkan zaman dahulu, tanpa
teknologi, orang-orang mengalami banyak kesulitan. Ambil sebuah contoh dalam
hal komunikasi, dahulu orang-orang ingin berkomunikasi melalui surat-menyurat.
Dimana ini sangat tidak praktis, membutuhkan waktu yang lama agar pesan yang
kita sampaikan dapat diterima, belum lagi menunggu balasan. Tapi sekarang
berkat teknologi dibidang komunikasi membawa banyak perubahan. Teknologi smartphone dengan feature video call, orang-orang dapat berkomunikasi secara tatap
muka kapan dan dimana saja.
Tidak pernah membayangkan bagaimana teknologi mengubah
peradaban yang sekarang yang jauh lebih mudah daripada dibandingkan masa lalu. Manusia
saat ini banyak menggunakan teknologi dalam berbagai bidang seperti pendidikan,
energi, transportasi dan lain-lain. Teknologi dalam berbagai bidang memberikan
banyak keuntungan bagi manusia, akan tetapi teknologi juga memiliki banyak
dampak negatif. Meskipun begitu dalam hal ini akan dibahas dampak teknologi
terhadap karakter individu di era saat ini.
Dampak
Positif
1. Dibidang
Pendidikan
Jika dibandingkan sekarang dengan dahulu, akses materi
pembelajaran sangat mudah dengan tersedianya fasilitas internet dan perangkat
digital seperti laptop, orang-orang bisa mendapatkan informasi yang mereka cari
di internet seperti buku pembelajaran, majalah, artikel, dan jurnal publikasi
yang dapat disimpan dalam bentuk digital yang mudah diakses sesuai kebutuhan.
Tidak seperti materi di zaman dulu yang berbentuk buku yang dimana akses cukup
susah bagi yang tidak mampu.
Dengan hal ini,
individu-individu dapat menggunakan untuk meningkatkan kemampuan softskill dan hardskill dalam berbagai bentuk materi pembelajaran sepeti video,
rekaman dan teks. Ada banyak ribuan materi gratis yang dapat diakses sesuai
bidang yang ingin didalami. Selain itu, sekarang ada yang Namanya teknologi Artificial Intelligence atau yang
disebut dengan AI. AI ini dapat membantu memudahkan belajar manusia karena
dapat menjawab pertanyaan seputar pengetahuan Chat GPT adalah sebuah AI yang
sangat banyak digunakan dimasyarakat dunia dan Indonesia. AI ini dapat menjawab
pertanyaan dengan sangat rinci dan dapat dipahami secara mudah.
2. Dibidang
Hiburan
Bidang ini merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia, teknologi
hiburan banyak sekarang kita jumpai saat ini, mulai video games, film, musik dan lain-lain yang dapat menghibur manusia
ketika mereka sedang merasa bosan dan membutuhkan hiburan agar dapat
bersemangat lagi menjalani aktivitas. Sering manusia merasa Lelah dan tidak
bersemangat menjalani aktivitas dikarenakan kebanyakan kerja dan tuntutan
dikantor.
Mereka perlu menghibur diri yang digunakan secara mudah
dan hemat biaya. Jika dahulu ingin menonton film, harus pergi ke bioskop dengan
membayar tiket yang cukup mahal. Namun, semua itu telah berubah karena berkat
teknologi video aplikasi seperti Neflix. Mereka tidak perlu membayar hanya
untuk sebuah tontonan film semata. Mereka juga tidak perlu menghabiskan energi
dan biaya untuk datang ke bioskop.
3. Bidang
Komunikasi
Kalian pernah membayangkan tidak bagaimana kondisi saat
ini tanpa media komunikasi seperti media sosial, radio, dan televisi. Pernahkah
kita berpikir bagaimana dulu orang-orang mengetahui informasi dan menyampaikan
informasi. Tentunya hal ini akan sulit dilakukan tanpa bantuan teknologi.
Bahkan sangat mustahil dilakukan dengan cepat dan mudah tanpa teknologi. Diera
digital saat ini, manusia berkomunikasi dengan sangat instan, mereka dapat
menyampaikan sesuatu dari mana saja dan kapan saja tanpa kendala apapun.
Bahkan mungkin feature
video call yang kita gunakan saat ini, tidak pernah terbayangkan bagi
orang-orang dimasa lalu. Bagaimana kita dapat berkomunikasi secara tatap muka
dari tempat yang jauh bahkan dari berbeda negara. Tentunya ini sangat
menguntungkan bagi perantau-perantau diluar sana yang harus mencari nafkah dari
tempat yang berbeda dengan asal mereka. Mereka dapat menyembuhkan kerinduan
mereka dengan orang terkasih. Mereka dapat menghilangkan rasa khawatir
bagaimana kondisi orang yang disayangi. Mereka dapat menyaksikan secara
langsung tanpa adanya kebohongan yang disembunyikan.
Dampak
Negatif
1. Bidang
Pendidikan
Selain memiliki banyak dapat positif dibidang pendidikan,
ternyata ini bisa juga menjadi boomerang bagi. Individu dapat mengakses sesuatu
yang berbau pornografi seperti video porno. Dampak pornografi ini dapat
menurunkan kemampuan cognitive skill.
Ini dapat merusak kemampuan mengingat sesuatu dan juga mereka merasakan rasa
malas dalam melakukan aktivitas termasuk belajar. Ditemukan juga fakta bahwa
banyak warga negara Indonesia yang mengakses pornografi, hal ini sangatlah
buruk apabila tidak diatasi. Pelajar banyak terpapar setelah mereka memasuki
masa sekolah. Akibat pergaulan yang salah, awalnya yang mereka tidak tahu menau
apa itu pornografi.
Pemerintah Indonesia perlu turun tangan mengatasi masalah
ini, walaupun sudah membatasi konten video porno di berbagai website, tetapi
masih banyak ditemukan cara untuk mengakses ini website. Seperti penggunaan Virtual Network Private atau VPN untuk
mengakses situs-situ porno. Hal ini menjadi tugas besar bagi kita untuk
melindungi generasi bangsa. Teknologi internet yang harus bisa digunakan
membangun pemikiran anak bangsa malah menghancurkan.
2. Bidang
Hiburan
Sebelum adanya teknologi, orang-orang menghibur diri
dengan berbagai aktivitas fisik. Mereka bermain bola di lapangan bersama teman,
atau sekedar bermain layangan. Sejak kemunculan teknologi mengubah kebiasaan
banyak manusia dari pola yang sehat menjadi tidak sehat. Orang-orang dapat
memainkan video game berjam-jam di
depan layer mereka. Akibat hal itu, aktivitas fisik pun jarang dilakukan,
bahkan tidak mau melakukannya. Muncullah istilah dimana generasi yang melek
teknologi adalah generasi strawberry,
dimana mereka mudah goyah jika dihadapkan situasi yang buruk, mudah menyerah
karena sudah terbiasa dengan hal yang menyenangkan.
Bukan hanya itu, banyak anak mengalami minus di usia muda
karena sering terpapar sinar UV atau Ultra
Violet yang dapat merusak kemampuan elastisitas mata dalam mengatur jarak fokus
mata. Secara nyata ini dapat memperburuk kondisi seseorang jika terus
dibiarkan. Kesehatan pondasi utama dalam melakukan segala aktivitas, aktivitas
bukan hanya memerlukan fokus semata akan tetapi juga tubuh yang sehat.
Orang-orang perlu membatasi diri mereka dari aktivitas bermain game didepan
layar. Bentuk kerjasama diperlukan, seperti kontrol orang tua yang harus
membatasi anaknya.
3. Bidang
Social
Pernahkan kalian mendengar istilah introvert dan extrovert,
istilah saat ini sangat popular saat ini yang mana menggambarkan kecenderungan sesorang dalam berinteraksi antar individu.
Seseorang yang tidak bergaul dengan orang lain dan lebih suka menyendiri serta
merasa canggung jika banyak berbicara disebut Introvert. Sedangkan extrovert digambarkan sebagai seseorang
yang senang berteman dengan orang lain dan melakukan banyak interaksi. Apakah
orang-orang dulu juga punya sifat ini.
Istilah muncul setelah adanya teknologi, akibat sering
berkomunikasi melalui media sosial, orang-orang banyak berinteraksi secara
online dan mulai menghindari komunikasi secara tatap muka. Selain itu, meraka
lebih banyak menghabiskan kegiatan sehari-hari didepan layar. Akibatnya,
lama-kelamaan mereka jadi terbiasa dengan kegiatan yang menyendiri. Orang-orang
menjadi malas untuk keluar rumah dan bertemu sama lain. Introvert disebabkan
faktor dari dalam dan luar, tapi faktor lingkungan dan kondisi ini yang
mendorong seseorang menjadi penyendiri.
Hal ini bukanlah positif untuk mereka, karena sifat
sosial mereka menjadi tergerus akibat kurang bersosialisasi, simpati dan empati
terhadap sesama individu mulai hilang. Bahkan di kota-kota besar, mereka tidak
mengetahui tentang tetangga seperti nama dan sebagainya yang dibandingkan
daerah minim teknologi. Kita menemukan banyak kegiatan yang bersifat sosial yang
mana orang-orang banyak berpartisipasi untuk membangun koneksi, keakraban, dan kekeluargaan.
Sikap
Kita Terhadap Era Digital
Kita telah mengetahui ternyata dibalik keberadaan
teknologi yang memberikan sejuta manfaat menyimpan sisi gelap, lantas bagaimana
kita harus menyikapi ini semua. Apakah kita harus diam saja melihat bagaimana
teknologi menghancurkan kita dan generasi muda. Tentunya tidak, kita harus mengusahakan terbaik untuk memberikan dampak positif yang
nyata. Sebagai invividu, ada beberapa yang kita bisa lakukan untuk mengatasi
dan mengurangi dampak negatif teknologi.
1.
Self-Control
(Kendali Diri Sendiri)
Sebagai manusia kita telah mengetahui hal ini baik dan
buruk bagi kita, oleh karena itu menjaga diri dari hal yang buruk merupakan prioritas
utama. Kendali diri hal yang buruk merupakan pertahanan dari dalam yang menjadi
pondasi membawa arah kebaikan. Banyak orang telah mengetahui bahwa hal itu
buruk bagi mereka tetapi mereka tetap saja melakukan. Mereka tidak mampu
menahan diri untuk melakukan maka dari itu kita harus berlatih dari sekarang
untuk bertahan.
Mulai dari sendiri cara pertama yang dapat dilakukan
untuk memanfaatkan teknologi. Bagaikan sebuah pisau yang bermata dua yang dapat
digunakan untuk memberikan sesuatu yang bernilai positif seperti membantu
memotong buah, namun dapat memberikan kehancuran jika digunakan pada hal yang
salah seperti digunakan untuk membunuh. Hal baik dimulai dari kita bukan orang
lain yang harus menuntun kamu. Orang lain tidak akan peduli dengan diri kamu,
kamu harus berjalan sendiri untuk menemukan jalan yang baik.
2. Partisipasi
Pemerintah
Sudah sepatutnya pemerintah melindungi warga negaranya
dari hal yang buruk. Termasuk penggunaan teknologi. Pemerintah harus tetap
aktif memberikan pedoman dan melindungi dari segala sesuatu yang merusak.
Walaupun pemerintah telah berupaya menyelesaikan permasalahan terkait dampak
buruk teknologi seperti peredaran judi online, pembatasan website yang
mengandung unsur pornografi tetapi saja banyak celah yang terlihat. Ini menjadi
PR besar bagi pemerintah.
Keterlibatan pemerintah akan sangat membantu
menyelesaikan masalah ini, walaupun individu telah berusaha tapi kondisi yang
tidak memungkinkan bagi. Pengawasan yang ketat perlu dilakukan pemerintah untuk
menghalangi setiap individu menggunakan teknologi dalam hal yang negatif,
mengakses judi online dan pornografi.
3. Pengawasan
Pengawasan antar sesama merupakan cara ampuh menghalangi
kita melakukan hal negative. Ada kalanya kita membutuhkan orang lain untuk
membantu mengatasi masala kita. Orang tua dan orang sekitar yang kita dapat percaya
bisa diandalkan Selain itu, guru juga bisa membantu pengawasan disekolah. Oleh
karena itu, ini bisa menjadi cara ampuh jika kita tidak bisa mengendalikan diri
kita. Keterlibatan setiap elemen sangat diperlukan, individu tidak dapat
mengandalkan kemampuan diri sendiri, Sebagai makhluk sosial, dibutuhkan bantuan
untuk mencapai tujuan bersama.
Teknologi ini merupakan pedang bermata dua yang dapat
memberikan banyak manfaat tetapi menyimpang sisi gelap. Teknologi telah
berperan dalam berbagai bidang yang telah mempengaruhi karakter individu.
Memanfaatkan teknologi dengan bijak adalah kunci memberikan kebermanfaatan, harapannya
bijaklah menggunakan teknologi.
Comments
Post a Comment